Rabu, 22 November 2017


Puisi untuk diri ini

Magnet Yang Menyengsarakan

Kau buat aku terlelap
Dengan kurung waktu yang sangat lama
Kau ikat aku dengan kuat 
Hingga aku tak sanggup untuk bergerak

Lama nian berfikir
Bagaimana aku,,,bisa terlepas dari jeratanmu
Oh,,,kemalasan menyingkirlah dariku
Agar aku dapat menggerakan raga ini

Lama nian aku merenung,,,
Kalau aku tetap membiarkan kau menggerogoti tubuh ini
Maka hidupku yang akan sengsara
Oh,,,kemalasan lenyaplah dari jiwa ini
Agar aku dapat bergerak
Agar aku dapat menyongsong masa baikku


Kamis, 23 November 2017 05;35
Bintun dho'ifah

Minggu, 19 November 2017

Reportase pekan ke- 3

Reportase pekan ke- 3
 Jumpa Pramuda ke- 3 FLP- Bogor

      Kegiatan pelatihan kepenulisan Prumuda FLP- Bogor pekan ketiga dilaksanakan pada hari Minggu, tepatnya tanggal 12 November 2017 yang masih beralokasi di sekretariat baru cabang FLp- Bogor, gang mushola-gunung batu, Bogor.
     Dipekan ke-3 ini kegiatan dimoderatori oleh mbak Erwinda Diva  yang akrab dipanggil mbak Diva, yang mana mbak Diva ini pramuda angkatan ke- 9. Acara dimulai dengan pembacaan Bassmallah, dan supaya  kegiatan menjadi lebih berkah dibacakanlah ayat suci Al- Qur'an oleh mas Ahmad Sibli. Sebelum menuju acara inti mbak Diva memperkenalkan dirinya dan para peserta juga diharapkan memperkenalkan diri masing- masing.
     Sesi berikutnya acara intipun dimulai yang mana pemateri kali ini adalah Kang Usup supriyadi. Kang Usup menyampaikan tentang  Review Buku dan Film.  Dalam menerangkan materi Kang Usup berkata bahwa " Selain belajar menulis, membuat resensi juga banyak memberikan banyak keuntungan baik itu dalam aspek psikologi, jaringan, keilmuan, bahkan ekonomi " .
     Disela-sela materi para peserta dilatih membuat sebuah resensi ( bagian awal saja ) kemudian dibahas bersama-sama. Usai pelatihan acara diselang untuk istirahat sekitar  15 menit lamanya, lalu dilanjutkan dengan evaluasi tugas cerpen yang ditugaskan pada pekan lalu.
     Acarapun ditutup dengan pembacaan hamdallah dan do'a majlis. Dan tentu saja sebelum pulang kerumah masing-masing, dilakukanlah berfoto bersama Kang Usup Supriyadi.


Senin, 20 November 2017 14;30
Bintun dho'ifah


Tugas Reportase Pekan ke - 4

Reportase

     Ahad, ( 19-11-2017). Flp - Bogor, mengadakan pertemuan kembali, yang mana pertemuan ini merupakan pekan ke - 4 . Pada pekan ini diisi dengan pelatihan menulis skenario yang dibawakan oleh mas Sockat Rahman yang mana beliau salahsatu penulis skenario .
    Acara dipimpin oleh mbak Rima ( pengurus FLP - Bogor ) yang dimulai dengan pembacaan Bassmallah . Sambil menunggu pemateri, peserta diharapkan memberikan masukan kepada para pengurus FLP , agar pelatihan - pelatihan berikutnya lebih baik lagi.
    Pada pukul 10 - an materipun dimulai . Disela- sela pembahasan materi mas Sockat berkata bahwa " Skenario bukanlah karya sastra, tapi sebuah teks pembuatan Film yang merupakan naskah hasil kerja sama produser, sutradara dan penulis ". Selain itu juga beliau memberi amanat kepada para peserta bahwa " Setelah Inaugurasipun kalian harus tetap berjuang untuk menulis- membuat karya dalam bidang apapun, meskipun bukan menulis skenario ".
    Setelah sesi pembahasan selesai, acara kegiatan diisi dengan diskusi para peserta FLP dengan mas Sockat Rahman. Pertanyaanpun beragam-ragam mulai dari tentang kepenunlisan skenario sampai pada proses pembuatan Film . Setelah sesi tanya-jawab selesai ,para peserta diberikan tugas berupa membuat sinopsis .
    Acarapun diakhiri dengan pembacaan do'a majlis yang dipimpin oleh mas Iqi ( salahsatu peserta pramuda ) . Kemudian seperti pertemuan- pertemuan sebelum setelah acara usai dilanjutkan dengan berfoto bersama, dan pekan ke- 4 ini sesi berfoto bersama mas Sockat Rahman ( penulis skenario yang sekarang menulis skenario sinetron Tukang Ojeg Pengkolan, yang ditayangkan distasRCTI RCTI ) .


Senin, 20 November 2017 11;03
Bintun dho'ifah

Jumat, 10 November 2017

Tugas ke-2

B. Cerpen
Tema : Air susu dibalas air tuba

         Disebuah ruangan, ucup dan keluarganya sedang brrcanda gurau. Tiba-tiba ada yang mengetuk rumah,,,
"Assalamu'alaikum,,,assalamu'alaikum "ucap seseorang.
"Walaikumsalam,,, " jawab ucup sambil menghampiri orang yang bertamu.
"Oh,,, kang encep, bagaimana kabarnya kang?, sudah lama tidal kesini, ayok nasuk dulu kang,,,"
" Alhamdulillah baik cup,,,iya ya says sudah lama tidak kesini,bagaimana kabar kamu juga cup?"
" Alhamdulillah baik kang, ayo atuh kang encepmasuk dulu, bu to long buatkan minum".
"Tidak usah cup,saya ada perlu sebentar kok"
" Oh,,, ya sudah, ada perlu apa kang? "
"Begini cup, saya mau pinjam uang, dan kalau ada lowongan saya minta tolong masukan saya keperusahaan tempat kerja ".
" Emm,,, bagaimana ya kang, saya sebenarnya saya juga ada keperluan"
" Tolonglah cup, memangnya kamu tega saya dan keluarga saya hidup susah,,, saya cuman butuh lima juta-an kok"
"Kalau Lima juta mah tidak punya kang. Saya cuman ada tiga juta, bagaimana kang , mau? "
" Ya sudah tidak apa-apa cup, yang ada saja"
" Baik kang, sebentar saya ambil dulu kang uangnya".
Tidak lama kemudian, ucuppun keluar, untuk menyerahkan hang tersebut.
" Ini kang,  terima ya"
" Eh, iya cup, terima kasih. Nanti kalau saya sudah punya uang, saya ganti ".
" Iya kang, pake saja dulu, santai saja,  masalah pekerjaan besok akang kemari lagi saja kesini , bawa Surat lamaran,kalau akang masuk saya kabarin lagi".
" Ya cup terima kasih ya, saya pamit dulu ya, assalamu'alaikum" pamit Encep.
" Iya kang hati-hati ya, walaikumsalam"
*******
Dua minggu kemudian,,,
 Enceppun bekerja sebagai supervisor diperusahaan tempat Ucup bekerja. Diapun bekerja dengan sangat baik. Namun tak lama dia menjabat sebagai supervisor, Encep iri dengan Ucup dikarenakan Ucup direkomendasikan menjadi manager oleh direktur. Diapun memitnah Ucup, sehingga Ucupun diPhk.
       Yang namanya musibah memang tidak bisa dihindari, tak lama diphk dari perusahaan, Rio (anak Ucup) sakit terkena DBD diapun harus segera dirawat dirumah sakit. Tapi yang menjadi permasalahannya Ucup sudah tidak punya uang , ingin pinjam uang ketengga mereka tidak punya uang .
         Karena sudah binging mencari bantuan kemana lagi, Ucuppun pergi kerumah Encep untuk menagih hutang dan meminjam untuk berobat Rio.

Sesampainya dirumah Encep.....
"( Toktok,,, toktok), Assalamu'alaikum,, ".
" Walaikumsalam, maaf ini siapa dan ada apa ya mas? " tanya seorang ibu-ibu
" Maaf bu,  kang Encep ada?, saya Ucup saudaranya "
" Oh,,, saudara tuan, sebentar ya pak saya panggil dulu pak Encepnya".
"Iya bi"

Skip

" Oh,,, kamu Cup, ayo masuk "
" tidak usah kang, saya sebentar kok, begini kang saya ada perlu,,,,," . Sebelum Ucup menyelesaikan ucapannya Encep sudah memotong kalimatnya.
" Sudahlah Cup, tidak usah kamu teruskan saya sudah tahu kok maksud tujuan kamu kerumah saya,  kamu mau bantuan saya kan untuk membayar biaya pengobatan anak kamu, maaf ya Cup saya sedang ada banyak  kebutuhan, belum lagi anak saya mau masuk kuliah yang mahal ". Timpal Encep
" Tapi kang, tolonglah saya kasian anak saya kang, dia sakit kang " .
" Loh kok kamu maksa Cup, tidak bisa begitu dong, saya juga butuh,  bukan kamu saja ".
" Akangkan sekarang sudah manager,pasti akang punya tabungan yang tidak sedikit,tolonglah kang ini untuk berobat keponakan akang sendiri ".
" Bodo amat,,, ". Encep tidak perduli sedikitpun,  beda halnya Ucup ketika dia sedang susah.
" Astagfirallah,,, akang tega sekali, baiklah kang kalau akang tidak mau membantu saya, tolong bayar uang akang karena saya sudah tidak punya uang lagi "
" Bayar hutang?, sadar diri dong Cup,dari kecil orang tua saya merawat kamu , jadi wajarlah kamu itu balas budi, lagipula tiga juta tidak cukup untuk balasan kamu kepada orang tua saya,jadi kamu tidak menagih kembali uang kamu".
" Tapi kang,,,"
" Ah,,, sudah pergi kamu dari sini,, pergi" . Usir Encep sambil mendorong keras Ucup. Dengan langkah yang lemah Ucup pergi dari rumah Encep.

                         TAMAT


Jumat, 03 November 2017

Cinta Dalam Diam



B. PUISI

Cinta Dalam Hati

Pernah kau merasamenyayangi seseorang
Namun tanpa ada rasa ingin memiliki didalamnya
Mungkin itujugayangaku rasakan terhadapan dirimu

Aku tak tahu,
Apa aku sebegitu pengecutnya atau aku yang tidak
Memiliki kesempatan untuk mengucapkan rasa itu

Namun aku merasa
Tak perlulah orang tahu
Tak perlulah rasa ini aku umbar
Cukup aku dan Sang Khaliq yang tahu

Jum`at, 03 November 2017 WIB
Bintun do`ifah

Reportase untuk pekan pertama

anak sunda belajar menulis

Reportase

Ahad, 29 oktober 2017  Forum Lingkar Pena atau lebih dikenal dengan FLP, mengadakan pertemuan perdana untuk calon anggota baru FLp bogor angkatan ke-10 . Acaraini diadakan disekretariat FLP-Bogor, berlokasi dimajeli Al-Hijr, gunung  batu- Bogor. Adapun yang berkesempatan hadir yaitu para calon anggota baru yang berjumlah 23orang dan pengurus FLP-Bogor.

Acara dimulai pada pukul 09:00 WIB yang dibuka oleh kang  Yahya selaku MC. Kemudian dilanjutkan denganpembacaan ayat suci Al-Qur`an. Sesi berikutnya yaitu perkenalan calon anggotayang ternyata dari berbagai kalangandan bebabagai usia, mulai dari yang masih duduk bangku usia sampai yang sudah berumah tangga.

Setelah sesi perkenalan, dilanjutkan dengan pengenalan tentang bagaimana berdiri FLP yang disamapaikan oleh mbak Sekar,selaku ketua FLP cabang Bogor periode 2017-2018. Selanjutnya disi dengan game. Game ini bertujuan untuk memberitahu bahwapentingnya dan strategis untuk mencapai tujuan.

Puncak acara ini disi oleh bapak Ahmad Sastra yangmana beliau membawakan materi tentang puisi dan beliau juga menceritakan pengalamannyaselama membuat puisi. Salah satu karya yaitu ”Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita”, yangmana puisi tersebut menggambarkan keadaan Indonesia yang sebenar-benarnya.

Acara ini diakhri setelah berkumandangnya adzan,tepatnya pada pukul 12:00 WIB, dengan pembacaan surat Al-Fatihah dan sesi berfoto bersama bapak Ahmad Sastra.    

Jum`at, 03 November 2017 10:30
Bintun do`ifah