B. Cerpen
Tema : Air susu dibalas air tuba
Disebuah ruangan, ucup dan keluarganya sedang brrcanda gurau. Tiba-tiba ada yang mengetuk rumah,,,
"Assalamu'alaikum,,,assalamu'alaikum "ucap seseorang.
"Walaikumsalam,,, " jawab ucup sambil menghampiri orang yang bertamu.
"Oh,,, kang encep, bagaimana kabarnya kang?, sudah lama tidal kesini, ayok nasuk dulu kang,,,"
" Alhamdulillah baik cup,,,iya ya says sudah lama tidak kesini,bagaimana kabar kamu juga cup?"
" Alhamdulillah baik kang, ayo atuh kang encepmasuk dulu, bu to long buatkan minum".
"Tidak usah cup,saya ada perlu sebentar kok"
" Oh,,, ya sudah, ada perlu apa kang? "
"Begini cup, saya mau pinjam uang, dan kalau ada lowongan saya minta tolong masukan saya keperusahaan tempat kerja ".
" Emm,,, bagaimana ya kang, saya sebenarnya saya juga ada keperluan"
" Tolonglah cup, memangnya kamu tega saya dan keluarga saya hidup susah,,, saya cuman butuh lima juta-an kok"
"Kalau Lima juta mah tidak punya kang. Saya cuman ada tiga juta, bagaimana kang , mau? "
" Ya sudah tidak apa-apa cup, yang ada saja"
" Baik kang, sebentar saya ambil dulu kang uangnya".
Tidak lama kemudian, ucuppun keluar, untuk menyerahkan hang tersebut.
" Ini kang, terima ya"
" Eh, iya cup, terima kasih. Nanti kalau saya sudah punya uang, saya ganti ".
" Iya kang, pake saja dulu, santai saja, masalah pekerjaan besok akang kemari lagi saja kesini , bawa Surat lamaran,kalau akang masuk saya kabarin lagi".
" Ya cup terima kasih ya, saya pamit dulu ya, assalamu'alaikum" pamit Encep.
" Iya kang hati-hati ya, walaikumsalam"
*******
Dua minggu kemudian,,,
Enceppun bekerja sebagai supervisor diperusahaan tempat Ucup bekerja. Diapun bekerja dengan sangat baik. Namun tak lama dia menjabat sebagai supervisor, Encep iri dengan Ucup dikarenakan Ucup direkomendasikan menjadi manager oleh direktur. Diapun memitnah Ucup, sehingga Ucupun diPhk.
Yang namanya musibah memang tidak bisa dihindari, tak lama diphk dari perusahaan, Rio (anak Ucup) sakit terkena DBD diapun harus segera dirawat dirumah sakit. Tapi yang menjadi permasalahannya Ucup sudah tidak punya uang , ingin pinjam uang ketengga mereka tidak punya uang .
Karena sudah binging mencari bantuan kemana lagi, Ucuppun pergi kerumah Encep untuk menagih hutang dan meminjam untuk berobat Rio.
Sesampainya dirumah Encep.....
"( Toktok,,, toktok), Assalamu'alaikum,, ".
" Walaikumsalam, maaf ini siapa dan ada apa ya mas? " tanya seorang ibu-ibu
" Maaf bu, kang Encep ada?, saya Ucup saudaranya "
" Oh,,, saudara tuan, sebentar ya pak saya panggil dulu pak Encepnya".
"Iya bi"
Skip
" Oh,,, kamu Cup, ayo masuk "
" tidak usah kang, saya sebentar kok, begini kang saya ada perlu,,,,," . Sebelum Ucup menyelesaikan ucapannya Encep sudah memotong kalimatnya.
" Sudahlah Cup, tidak usah kamu teruskan saya sudah tahu kok maksud tujuan kamu kerumah saya, kamu mau bantuan saya kan untuk membayar biaya pengobatan anak kamu, maaf ya Cup saya sedang ada banyak kebutuhan, belum lagi anak saya mau masuk kuliah yang mahal ". Timpal Encep
" Tapi kang, tolonglah saya kasian anak saya kang, dia sakit kang " .
" Loh kok kamu maksa Cup, tidak bisa begitu dong, saya juga butuh, bukan kamu saja ".
" Akangkan sekarang sudah manager,pasti akang punya tabungan yang tidak sedikit,tolonglah kang ini untuk berobat keponakan akang sendiri ".
" Bodo amat,,, ". Encep tidak perduli sedikitpun, beda halnya Ucup ketika dia sedang susah.
" Astagfirallah,,, akang tega sekali, baiklah kang kalau akang tidak mau membantu saya, tolong bayar uang akang karena saya sudah tidak punya uang lagi "
" Bayar hutang?, sadar diri dong Cup,dari kecil orang tua saya merawat kamu , jadi wajarlah kamu itu balas budi, lagipula tiga juta tidak cukup untuk balasan kamu kepada orang tua saya,jadi kamu tidak menagih kembali uang kamu".
" Tapi kang,,,"
" Ah,,, sudah pergi kamu dari sini,, pergi" . Usir Encep sambil mendorong keras Ucup. Dengan langkah yang lemah Ucup pergi dari rumah Encep.
TAMAT