Selasa, 19 Desember 2017

Tugas_05 Segala Penjuru Bogor Macet

Segala Penjuru Bogor Macet


Bogor,- Kota hujan sekarang-sekarang ini beralih menjadi kota yang paling rawan macet, titik kemacetan  bogor pun tidak sedikit, pada awal tahun 2016 pun  berbagai situs berita memberitahukan bahwa kemacetan terjadi disegala penjuru bogor.

Pada Rabu, 21 Desember 2016, Kapolresta kota Bogor, polda Jawa Barat, AKBP Suyudi Ario Seto, mengatakan bahwa ada  24 titik rawan macet, diantaranya pada Bogor bagian utara titik rawan macet nya ada di Simpang Talang, dan Simpang Baru. Bogor tengah, kemacetan nya di Simpang Air Mancur, Simpang Denpom, Jembatan Merah, Simpang Merah, Simpang Jl Surya Kencana, Tugu Kujang, Jl Perintis, Jl.Kemerdekaan, Jl Mawar untuk Bogor Timur, titik kemacetannya ada di Jl Siliwangi Raya Tajur, Hero Pajajaran,  penjualan tas Tajur. Bagian Bogor Selatan yakni Simpang Pancasan, Muara Krakatau, Bogor barat macetnya di Simpang Gunung Batu, Simpang Bubulak. Dan yang terakhir titik yang rawan macet adalah di Tanah Sareal yaiti di Jl Yasmin Baru atau Sholis Iskandar depan Toserba Yogya dan Jl Kebon Pedes.
Adapun kemacetan tersebut dikarenakan parkir kendaraan sembarangan, tak terturnya naik-turunnya penumpang angkot, penyeberang yang tidak pada jalurnya, dan .
Banyaknya titik rawan macet, Bogor pun sekarang beralih julukan kota macet, bahkan kemacetannya pun menyaingi kemacetan Jakarta.

Dilansir dari : https://m.antaranews.com/berita


Selasa, 19 Desember 03:02
Bintun dho'ifah


Resensi Novel_tugas 03

Resensi Novel

Pudarnya Pesona Romeo dimata Juliet



Judul buku : Resist Your Charms
Penulis        : Ega Dyp
Penerbit      : PT. Bentang Pustaka
Perancang sampul : Nocturvis
Tahun terbit            : 2017
Tebal buku              : x+ 326 hlm; 20,8                                            cm


Sinopsis:
Buku Resist Your Charms ini merupakan buku kedua karya penulis muda kita yakni Ega Dyp yang sebelumnya menulis buku When Love Walked In.  Novel ini menceritakan seorang tokoh utama bernama Kinara Alanza yang terpaksa berhubungan dengan orang yang dibencinya yaitu Romeo untuk memenuhi keinginan adiknya Kinar yang telah jatuh cinta kepada Romeo. Dilain pihak Romeo memanfaatkan moment ini agar dia bisa mendekati Kinar, cewek yang sebenarnya ia sukai. Singkat cerita, Romeo yang sudah jengah dengan sikap Kinar yang tidak peka-peka, akhirnya dia pun mengungkapkan perasaannya dengan Kinar. Awalnya Kinar tidak terima akan hal itu karena dia pikir orang yang harus Romeo sukai adalah adiknya, lambat launpun dia sadar Kinar pun ternyata mempunyai rasa yanh sama dengan Romeo. Mengetahui hal itu Romeo meminta Kinar untuk menjadi pacarnya, Kinar yang memang sangat menyayangi adiknya, dia pun ragu, karena kalau ia memilih pacaran dengan Romeo dia berfikir bahwa sama saja ia mengkhianati adiknya. Romeo pun tidak kehabisan akal untuk menjadikan Kinar menjadi miliknya, maka dari itu dia menyarankan Backstreat. Tidak lama menjalani Backstreat, Kinar pun mengalami masalah lagi dengan adiknya, Kania pun menjadi membenci Kinar, dan menganggap Kinar perebut kebahagiannya dari kecil. Kinar yang sudah tidak mau dimusuhi oleh adiknya bahkan disalahkan ibunya, diaoun berniat untuk putus dari Romeo. Romeo mengusahakan cara untuk mempertahankan Kinar dan memberi pengertian kepada Kania. Diakhir Novel Romeo dan Kinar pun tetap berpacaran, Kinar sang Juliet pun sadar akan pesona Romeo memang tidak bisa abaikan sepenuhnya. Kania yang tadinya tetap menyalahkan keadaan kepada kakaknya diapun sadar ternyata Kinar-kakaknya itu benar-benar peduli dan sangat menyayanginya.

Kelebihan Buku :
Walaupun buku ini jenis teenlit, novel ini juga memberi pelajaran hidup salah satunya tentang pengorbanan seorang tokoh kepada adiknya, dan bagaimana proses sitokoh bisa terlepas dari rasa bersalah terhadap apa yang terjadi pada masa lalunya. Novel ini benar-benar menampung semua emosi, dari pahit sampai manis semuanya tertampung dibuku ini.
Kekurungan Buku :
Font huruf terlalu kecil dari karya sebelumnya. Sampul bukulnya memang sesuai isi cerita dan khas remaja sekali, namun dari segi warnanya kurang menarik. Jika Background warnanya warna yang lebih cerah pasti akan membuat buku lebih terlihat bagus dan lebih menarik lagi.
 Kesimpulan :
Buku ini sangat cocok untuk konsumsi remaja karena tidak ada unsur dewasa, dan segi alur cerita juga sangat pas dengan cerita khas remaja.


Selasa, 19 Desember 2017 15;16
Bintun dho'ifah

Jumat, 15 Desember 2017

Reportase pekan terakhir

Reportase pekan ketujuh

Tak pelatihan pramuda sepuluh akan segera berakhir, ahad ( 10, Desember 2017), merupakan pelatihan terakhir, mengingat untuk pekan kedelapan akan dilaksanakan acara Inaugurasi, yang inshyallah akan dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2017 nanti.

Materi pada pekan ini diisi oleh Mbak Risalah Husna yang akan menerangakan tentang media yang sekarang-sekarang ini paling diminati oleh banyak orang, yakni media online. Moment ini pun digunakan sebaik-baiknya oleh para peserta, dan cenderung lebih banyak yang bertanya tentang bagaimana proses pemateri dan kiat-kiat menjadi seorang blogger yang sukses.  Mbak Risalah pun berbagi pengalamannya dari nol sampai menjadi seorang penulis blog seperti saat ini. Tips dari pemateri tersebut "intinya tetap harus aktif kalau mau blog nya rame".

Usai sesi diskusi berakhir, para peserta diberi tugas membuat berita online boleh softnews maupun hardnews yang sedang viral saat ini dan harus dikirim kealamat e-mail Mbak Risalah. Seperti materi selesai sebelumnya kamipun berfoto bersama pemateri.




Kegiatan berikutnya diisi dengan pembaritahuan terkait acara inaugurasi, para peserta mana saja boleh ikut, dan Alhamdulillah semuanya lolos, tapi bagi peserta yang tugasnya masih tetap harus menyelesaikan tugasnya. Mudah-mudahan clear ya...! Aamiin...


Sabtu, 16 Desember 2017 12;15
Bintun dho'ifah

Jumat, 08 Desember 2017

Non-Fiksi santapan Baruku, bag.esai

Esai tentang FLP 

Organisasi Kepenulisan :

Apa itu Oranisasi Kepenulisan?, Organisasi Kepenulisan merupakan sebuah wadah yang menaungi kegiatan seorang penulis. Di Indonesia sendiri Organisasi Kepenulisan salah satunya adalah FLP.

Apa Itu FLP ?
FLP sendiri adalah sebuah Forum Lingkar Pena yang didirikan oleh Helvy Tiana Rose, Asma Nadia, dan Maimon Herawati pada tanggal  22 Febuari 1997.Dalam sepuluh tahun perkembangan kini FLP juga mempunyai beberapa cabang diindonesia dan bahkan sampai mancanegara.
Anggota-anggota yang bergabung dalam forum ini tidak hanya dari kalangan. Karena forum ini tidak hanya menerima kalangan intelektual namun menerima beragam kalangan. Dengan itu kini menulis dan bersastra bukan hanya kegiatan yang dilakukan oleh kalangan eksklusif kaum cendekia
.
Sebuah Organisasi tentu harus bervisi-Misi
Diadakannya sebuah organisasi tentu harus memiliki visi dan misi untuk mewujudkan maksud dan tujuan dibuatnya organisasi tersebut. Begitu juga dengan FLP, yang mempunyai visi dan misi yang begitu mulia bagi bangsa pertiwi ini yaitu dengan membangun indonesia yang berkualitas melalui cinta membaca-menulis dan mewadahi calon penulis diseluruh penjuru bumi nusantara ini.

Berkarya Dengan Mengandung Nilai Islami Tanpa Mengahapus Nilai Estetika
Ciri khas dari penulis yang bernaungi FLP bisa dilhat dari karya-karya mereka, seperti Asma Nadia dengan bukunya yang berjudul Assalamu'alaikum Beijing yang tidak hanya mengandung nilai-nilai islami tapi juga tetap memperlihatkan bagaimana ketulusan seorang tokoh akan keadaan tokoh yang dicintainya. Dari contoh buku tersebut, menggambarkan bahwa penulis-penulis dari FLP dalam berkarya tidak hanya dengan berniat untuk menceritakan tentang sebuah cerita tentang cinta tetapi juga menggugah jiwa masyarakat akan suatu hal.

Manfaat adanya Organisasi seperti FLP
Generasi indonesia kini mengalami minimnya kesadaran moralitas dan minimnya akan kesadaran masa depan, dengan adanya organisasi ini membuat bangsa ini menjadi lebih baik dan lebih berkarya, karena disetiap apapun kegiatan FLP tidak merusak norma-norma dan kaya akan nilai Islami. Sehingga tidak merusak moralitas masyarakat bangas Indonesia dan membuat bangsa ini mampu untuk melakukan suatu yang lebih berfaedah.

Berkenginan membuat karya yang berfaedah tentu bergabunglah dengan FLP !.


Jum'at 08 Desember 2017 22:00
Bintun dho'ifah



Kamis, 07 Desember 2017

Non-Fiksi Santapan Baruku, bag.feature

Wadah Penulis :

Mari Gairahkan Membaca Dan Menulis
Kesempatan untuk berkarya dalam tulis-menulis kini terbuka untuk masyarakat penjuru kota Bogor. Kesempatan ini diadakan oleh FLP. FLP merupakan sebuah forum yang didirikan sudah cukup lama yang menekuni dalam bidang tulis-menulis. Melalui sebuah postingan sosial media yang mana yaitu akun FLP-Bogor, pengurus FLP mengajakan masyarakat warga kota Bogor untuk ikut bergabung dalam forum tersebut. Pendaftaran dibuka pada tanggal 30 Agustus- 08 Oktober 2017.
Peserta yang ikut tentu saja mendapat keuntungan, selain mendapat pelatihan, peserta juga akan mendapat sebuah modul, pin, snack (dalam proses pelatihan berlangsung), Inaugurasi, KTA, dan bisa jumpa dengan salah satu penulis yang berada dalam lingkup FLP.


Kalangan mana saja yang Ikut ?

Pertemuan perdana kelas kepenulisan ini diselenggarakan pada hari ahad tanggal 29 Oktober 2017. Tempatnya disekretariat FLP-Bogor gunung batu- Bogor. Peserta yang hadir terdiri dari 23 peserta. Yang mana berasal dari seluruh penjuru kota Bogor. 
Yang ikut dalam kegiatan kepenulisan kali ini terdiri dari berbagai kalangan mulai dari anak sekolah dasar, pelajar SMP, mahasiswa, pekerja, bahkan yang berumah tanggapun ikut menjadi peserta.
Melihat hal itu mbak Sekar selaku ketua FLP-Bogor sangat antusias sekali dalam mengisi pelatihan ini. "Wah, anak SD juga ada yang ikut, saya jadi semangat sekali mengisi kelas ini". Ujar mbak sekar yang begitu terlihat antusias.

 Pengurus Tekankan Banyaklah  Latihan

Sebelum berlanjut kepada pelatihan berikutnya peserta diberi tahu bahwa Flp hanya sebagai wadah atau fasilitas yang menunjang peserta dalam latihan-menulis, masalah berhasil menjadi seorang penulis atau tidak itu tergantung pada semangat dan komitmen para peserta dalam menulis.

Wejengan tersebut diberitahukan agar peserta konsisten dan produktif menulis. Dalam menghasilkan karya yang bagus, tentu tidak akan didapati dengan mudah semua butuh proses, seperti halnya memasak, yang awalnya serba apa adanya, kurang garamlah, kurang sedaplah sampai menjadi masakan yang enak dan juga terlihat menggoda untuk dimakan. Begitupun dalam menulis butuh banyak-banyak latihan, latihan-latihan disini para peserta bukan hanya diharuskan menulis saja melainkan harus banyak juga membaca buku guna penambah wawasan peserta dalam pengolahan diksi.
Saran pengerus ternyata juga sama dengan apa yang dikatan Jhon Green, dia berkata " setiap kali saya ditanya apa saran untuk penulis muda, saya selalu mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca, banyak-banyaklah membaca. Hal kedua adalah menulis".

 Visi-Misi "Muda 10" FLP Bogor

Setelah melewati berbagai pelatihan selama 8 pekan, para peserta yang lolos dan ikut Inagurasi diharapkan tetap berkecamung dalam menulis, yang diaplikasikan dalam mengevaluasi karya yang diposting diblog masing-masing. Baik itu sastra Non-Fiksi ataupun sastra Fiksi.
Adapun kegiatan yang akan dilakukan para peserta yang tadinya menjadi "Pramuda" lalu beralih menjadi "Muda" yakni mereka akan ditugaskan melaksanakan tugas sesuai kurikulum menulis dan menonton film yang sudah ditetapkan oleh FLP guna untuk membuat peserta lebih matang lagi dalam menghasilkan sebuah karya.

" Pokonya dalam Inaugurasi semua akan dishare termasuk modul yang telah dijanjikan pengurus dan kalian harus tetap semangat dan segera menyelesaikan tugas-tugas pramuda supaya bisa ikut Inaugurasi".Ujar mbak Sekar sambil terkekeh.

Jum'at, 08 Desember 2017 02.07
Bintun Dho'ifah

Jumat, 01 Desember 2017

Mengenal dunia Jurnalis_reportase 05

Reportase pekan kelima






Tak terasa pelatihan menulis bersama FLP- bogor sudah memasuki pekan kelima, dan tersisa tiga pekan lagi. Pertemuan ini berlangsung pada tanggal 26 November 2017 tempat di sekretariat baru FLP- Bogor yang membahas tentang dunia jurnalistik. 

Kegiatan pertama diisi dengan pembahasan tentang acara yang akan ditampilkan di inagurasi pramuda ke- 10, yang mana acara itu akan diisi dengan penampilan dari para peserta yang diberi opsi antara drama, puisi, dan dongeng. Setelah dirundingkan alhasil penampilan besar yang akan ditampilkan adalah drama. Karena peserta diharapkan semua tampil, yang tidak ikut dalam drama harus tampil baik itu dengan membacakan puisi ataupun dongeng. Setelah pembahasan ini usai, dilanjutkan dengan tiga peserta FLP yang membacakan tentang sinopsis yang mereka buat pada tugas pekan lalu, diantaranya mas Irfan Syauqi, mbak Via dan mbak Mega.

Kegiatan inti dimulai pada pukul 10:20, karena asal pemateri cukup jauh, beliau mengalami keterlambatan. Kang Ilham menjabarkan dunia jurnalistik, yang mana dulu jurnalistik dikenalkan melalui tulisan yang disebut Akta Diurna. Salah satu peserta bertanya, " bagaimana cara menghadapi wartawan bodong ? ", kang Ilham pun jawab " cara menghadapi hal seperti itu hadapilah debgan sikap yang tenang, bersikap layaknya seorang jurnalis juga, selain itu juga kita punya hak jawab " .

 Usai materi dijelaskan, para peserta diberi tugas untuk membuat sebuah berita tentang " Kemacetan yang terjadi dikota Bogor ". Wow suatu tantangan yang berbeda dari tugas-tugas sebelumnya. Acara diakhiri setelah berkumandangnya adzan, ditutup dengan do'a majlis dan berfoto bersama Kang Ilham.