Reportase pekan kelima
Tak terasa pelatihan menulis bersama FLP- bogor sudah memasuki pekan kelima, dan tersisa tiga pekan lagi. Pertemuan ini berlangsung pada tanggal 26 November 2017 tempat di sekretariat baru FLP- Bogor yang membahas tentang dunia jurnalistik.
Kegiatan pertama diisi dengan pembahasan tentang acara yang akan ditampilkan di inagurasi pramuda ke- 10, yang mana acara itu akan diisi dengan penampilan dari para peserta yang diberi opsi antara drama, puisi, dan dongeng. Setelah dirundingkan alhasil penampilan besar yang akan ditampilkan adalah drama. Karena peserta diharapkan semua tampil, yang tidak ikut dalam drama harus tampil baik itu dengan membacakan puisi ataupun dongeng. Setelah pembahasan ini usai, dilanjutkan dengan tiga peserta FLP yang membacakan tentang sinopsis yang mereka buat pada tugas pekan lalu, diantaranya mas Irfan Syauqi, mbak Via dan mbak Mega.
Kegiatan inti dimulai pada pukul 10:20, karena asal pemateri cukup jauh, beliau mengalami keterlambatan. Kang Ilham menjabarkan dunia jurnalistik, yang mana dulu jurnalistik dikenalkan melalui tulisan yang disebut Akta Diurna. Salah satu peserta bertanya, " bagaimana cara menghadapi wartawan bodong ? ", kang Ilham pun jawab " cara menghadapi hal seperti itu hadapilah debgan sikap yang tenang, bersikap layaknya seorang jurnalis juga, selain itu juga kita punya hak jawab " .
Usai materi dijelaskan, para peserta diberi tugas untuk membuat sebuah berita tentang " Kemacetan yang terjadi dikota Bogor ". Wow suatu tantangan yang berbeda dari tugas-tugas sebelumnya. Acara diakhiri setelah berkumandangnya adzan, ditutup dengan do'a majlis dan berfoto bersama Kang Ilham.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar